Gerak Cepat TNI, Hadapi Dampak Gempa Megathrust, Pangkogabwilhan II Pimpin Operasi Gabungan Penanggulangan Bencana.
Denpasar – Menindaklanjuti Direktif Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dalam serial Latihan Kesiapsiagaan Operasi (LKO) Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) skala besar, Panglima Komanda Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Marsekal Madya TNI Muzafar, S.Sos., M.M., secara resmi menerima mandat sebagai Panglima Komando Gabungan Terpadu (Pangkogabpad) dalam rangka melaksanakan Operasi Gabungan Terpadu Penanggulangan Bencana Alam gempa bumi megathrust dan tsunami wilavah Jawa Timur-Bali Selasa, (4/8/ 2026)
Pengangkatan ini menjadi penanda dimulainya langkah integratif, terukur, dan reaktif terhadap ancaman nvata gempa bumi megathrust dan potensi tsunami di sepanjang pesisir Pulau Bali dan wilayah pesisir Banvuwangi. Langkah strategis ini mengedepankan sinergi lintas instansi, mengintegrasikan kekuatan TNI, Polri, Badan Nasional Penangqulangan Bencana (BNPB BPBD), pemerintah daerah, hingga unsur relawan.
Kogabwilhan II dalam hal ini selalu Komando Gabungan Terpadu (Kogabpad) selanjutnya segera menggelar tahapan-tahapan dari briefing, dan simulasi serta latihan parsial lintas instansi untuk menguji Standard Operating Procedure (SOP) evakuasi mandiri masyarakat dan jalur distribusi bantuan.
“Direktif dari Panglima TNI adalah perintah operasi yang harus direspon secara cepat, tepat, dan terukur. Bencana gempa megathrust dan tsunami bukan lagi sekedar potensi teoritis, melainkan ancaman nyata yang menuntut kesiapan absolut. Komando Gabungan Terpadu ini dibentuk untuk meruntuhkan sekat-sekat birokrasi, sehingga saat teriadi krisis, seluruh elemen bergerak dalam satu komando vang solid demi keselamatan masvarakat Jawa Timur dan Bali.”tegas Pangkogabpad.
Langkah strategis lanjutan Kogabpad penanggulangan bencana akan segera berkoordinasi intensif dengan jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Bali untuk memetakan kembali jalur evakuasi, kesiapan tempat penampungan sementara (shelter) serta sistem peringatan dini (early warning system) nantinva selama diberlakukannya masa tanggap darurat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi arahan edukatif resmi yang dikeluarkan oleh BPBD dan Satgas Kogabpad di lapangan. (Penkogabwilhan II) TRI DHARMA YUDHA SAKTI.
Leave a Reply